Kmerblog.net – Waktu saya masih kecil banyak sekali permainan anak yang mendidik. Tentu tidak diherankan, mulai dari dulu hingga sekarang semua anak suka bermain. Bermain menjadi aktifitas paling menyenangkan baginya. Pasalnya, dapat membuat mereka berinteraksi dengan berbagai kegiatan seru. Bedanya dahulu permainannya tradisional, kalau sekarang permainan sudah menggunakan teknologi canggih.

Orang tua yang sayang pada sang buah hati, akan membelikan berbagai jenis mainan. Demi melihat si kecil tertawa riang. Tersenyum manis hingga menyentuh rasa. Menemani keceriaan di raut wajahnya, membuat hati sang Bunda maupun Ayah seolah melayang. Melihat kebahagiaan memeluk hangat di dalam istana kecil, keluarga.

Berbagai permainan untuk anak sangat bervariasi. Baik secara tradisional hingga yang kontemporer. Mainan tradisional cenderung bersifat offline atau memainkannya secara kontak langsung tanpa sarana teknologi. Sedangkan mainan kontemporer, kini lebih bersifat online. Menggunakan sarana teknologi canggih yang dirancang oleh para pakar. Biasanya mainan ini memanfaatkan dunia IT ataupun internet dalam penggunaannya. Dimainkan tidak secara kontak langsung. Melainkan bermain di atas laptop, gadged, atau komputer baik tersambung dengan internet maupun aplikasi yang sudah terdownload.

Eitz, Ayah Bunda harus ingat ya. Tidak semua jenis mainan ataupun kegiatan dapat merangsang pertumbuhan anak menjadi lebih baik. Anda perlu selektif dalam mengarahkan jenis aktifitas bermain anak. Mulai dari membelikan mainan anak secara tepat hingga membimbing buah hati untuk memilik kegiatan bermain yang positif.

Apakah Game Permainan Anak yang Mendidik ?

Era postmodern kini menjadi zaman yang penuh dengan kebebasan. Hingga dalam soal permainan anak pun akan masuk berbagai macamnya. Anda harus cerdas dalam mengarahkan. Game online menjadi jenis mainan kontemporer yang sedang ngehitz. Hampir semua kanak-kanak kini beralih dengan aktifitas permainan yang melibatkan gadget. So, apakah ini permainan yang baik untuk anak?

Meski menjadi gamers seringkali diartikan sebagai keputusan yang buruk oleh masyarakat umum di Indonesia, tetapi itu tidak sepenuhnya tepat. Di Negara maju seperti Amerika Serikat, game dapat dijadikan sarana profesi dan ladang menguntungkan. Bukan menjadi suatu ancaman bagi anak kelak. Namun, bukan berarti semua variasi game online berdampak baik. Ada benarnya jika permainan smartphone ini juga bisa berdampak negative untuk psikologis maupun perkembangan buah hati. Hal ini tergantung pada macam game yang dipilih.

Memilih game yang cenderung mempertunjukkan kekerasan seperti tembak-tembakan dan saling menyerang inilah jenis permainan buruk. Sangat tidak direkomendasikan oleh para ahli psikologi. Pasalnya, dapat mengganggu mental anak. Dapat membentuk karakter yang suka kekerasan dan menyerang. So, buah hati cenderung terlibat aksi bullying dan membantah. mencari mangsa atau membuat keonaran. Bersikap egois dan ingin melemahkan orang lain. Sehingga, mengganggu tumbuh kembangnya. Nah, sebenarnya game jenis inilah yang dilarang.

Lalu, game jenis bagaimana yang diperbolehkan hingga menghasilkan prestasi? Pilihlah jenis game online yang menuntut anak dalam memecahkan suatu hal. Jenis game edukasi yang sangat menunjang kecerdasan si kecil. Contohnya, game yang memecahkan teka teki, tebakan, catur online, dan sejenisnya. Inilah yang sangat direkomendasikan oleh para pakar psikologi.

Sudah banyak game edukasi yang dirancang aplikasinya oleh para ahli IT Gamers. So, arahkan ananda Anda untuk bermain jenis mainan mendidik ini. Agar dapat merangsang pertumbuhan otak melalui permainan anak yang mendidik. Menunjang kemampuan kecerdasan anak dalam memecahkan masalah. Hingga ke depan buah hati menjadi para ahli yang bermanfaat dan juga memperhatikan perkembangan teknologi di zaman kontemporer ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *